Seorang manajer tentu memerlukan perencanaan untuk menetapkan sasaran, membuat strategi, mengkoordinasikan pekerjaan. Perencanaan juga dapat mengurangi ketidakpastian dengan mendorong para manajer untuk melihat ke depan, mengantisipasi perubahan, mempertimbangkan dampak perubahan, dan menyusun strategi yang tepat. Selain itu, perencanaan juga dapat mengurangi kegiatan-kegiatan yang tumpang tindih dan sia-sia. Sebagai seorang mahasiswa (manajer) saya juga harus memiliki perencanaan jangka pendek dan jangka menengah agar saya mempunyai target yang pasti dan mengarahkan saya kepada target tersebut.

©Rencana saya dalam 1 tahun mendatang adalah

  1. Menjadi sarjana perikanan yang membanggakan orang tua
  2. Memiliki awal usaha mandiri yang berdomisili di Tangerang
  3. Memiliki pekerjaan di bidang perikanan

©Rencana saya dalam 4 tahun mendatang adalah

  1. Memiliki usaha yang sudah berkembang dan menjadi sumber pendapatan primer
  2. Jalan-jalan ke luar negeri bersama orang tua
  3. Mempunyai teman dan rekan bisnis dari seluruh propinsi di Indonesia
  4. Memiliki rumah pribadi

Mahasiswa tingkat akhir biasanya memiliki permasalahan yang sama yaitu menentukan topik serta judul penelitian. Hal itulah yang menentukan seorang mahasiswa menjadi sarjana atau tidak. Layaknya seorang manajer pada perusahaan yang harus dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dengan solusi yang kreatif tentu seorang mahasiswa juga mampu dan harus menentukan solusinya sendiri. Berikut adalah permasalahan yang umum terjadi pada mahasiswa tingkat akhir beserta solusinya.

1.Permasalahan : Susah menentukan topik penelitian.

Solusi : cari ide lewat internet, magang, bergaul dengan lingkungan sekitar, berteman dengan wartawan (berharap dapat ide dari liputan berita), banyak diskusi dengan dosen pembimbing.

2. Permasalahan : Kondisi keuangan yang menipis karena kebanyakan orang tua tidak membiayai lagi.

Solusi : cari penghasilan tambahan dari kerja part time seperti bimbel,pelayan restoran bahkan loper koran. Meminjam uang kepada teman adalah solusi sementara yang sangat tidak dianjurkan.

3. Permasalahan : Jadwal biologis yang tidak teratur

Solusi : Kebanyakan mahasiswa akan menjadi sering tidur karena sks sudah habis dan tinggal melakukan penelitian sedangkan waktu dalam 1 hari tetap 1×24 jam sehingga solusi yang mungkin adalah melakukan aktivitas yang lebih produktif misalnya kerja part time, mengikuti seminar, melakukan hobi yang positif.

Pertemuan ke-5

Pertanyaan : Apa perbedaan dari tanggung jawab sosial, ketanggapan sosial, dan kewajiban sosial?

Jawaban :

Tanggung jawab sosial adalah kewajiban perusahaan bisnis di luar yang dituntut oleh hukum dan pertimbangan ekonomi, untuk mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.

Ketanggapan sosial adalah kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat yang berubah-ubah.

Kewajiban sosial adalah kewajiban perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab ekonomis dan hukum.

         Pada pertemuan ke-3 mata kuliah Pengantar Manajemen ada beberapa poin yang menarik bagi saya tentang sudut pandang global. Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan media komunikasi massa. Sebuah organisasi yang sukses dengan manajer yang berbakat pada masa sekarang pasti menghadapi tantangan baru dalam mengelola lingkungan global. Maka menurut saya BAHASA menjadi poin yang sangat penting untuk seorang manajer pada era globalisasi. Seorang manajer yang mempunyai kemampuan bahasa inggris, cina, arab, dan spanyol tentu memiliki relasi dan partner yang lebih luas bila dibandingkan seorang manajer yang hanya mempunyai kemampuan bahasa inggris saja. Ada 3 sudut pandang global bagi seorang manajer dalam menghadapi tantangan globalisasi.

          Pertama sikap etnosentris, adalah keyakinan parokialistis bahwa pendekatan dan praktik kerja yang paling baik adalah yang berasal dari negara asalnya. Para manajer dengan sikap etnosentris yakin bahwa orang  di berbagai negara asing tidak memiliki kemampuan seperti orang di negara asalnya. Mereka umumnya tidak mempercayakan keputusan penting kepada karyawan asing.

         Kedua sikap polisentris, adalah pandangan bahwa para manajer di negeri asing tempat organisasi itu berada mengetahui cara kerja yang terbaik untuk menjalankan bisnis tersebut. Para manajer dengan sikap polisentris akan memandang setiap orang asing sulit dimengerti dan berbeda kulturnya sehingga cenderung membiarkan karyawan asing mempunyai caranya sendiri untuk mendapatkan hasil kerja yang terbaik.

         Ketiga sikap geosentris adalah pandangan berorientasi dunia yang memusatkan perhatian pada pemanfaatan pendekatan dan orang terbaik dari seluruh dunia. Para manajer jenis ini yakin bahwa diperlukan pandangan global untuk menghadapi globalisasi. Dengan menggunakan pandangan geosentris persoalan utama dan keputusan dipandang secara global dengan melihat pendekatan yang terbaik dari orang-orang tanpa melihat darimana tempat asalnya.

         Kesuksesan mengelola lingkungan global saat ini membutuhkan sensitivitas yang luar biasa. Para manajer perlu untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan dan pendekatan manajemennya untuk mengakomodasikan perbedaan pandangan. Jadi, tentukan sikap mana yang akan anda pilih sebagai seorang manajer di masa depan??

 

Kelompok :     1. Steven                     (C34080091)

                        2. Rosyidin                  (C44080014)

                        3. Kusnadi                   (C44080025)

                        4. Agung Saprudin      (C44080053)

                        5. Didi Januardy         (C44080046)

       Kelas pengantar manajemen tahun ajaran 2011/2012 dengan jadwal hari kamis pukul      07.00-09.30 WIB  tentu juga memiliki budaya organisasi. Namun untuk melihat suatu budaya organisasi perlu ditinjau dari 7 dimensi budaya organisasi yaitu Kepribadian berani mengambil resiko, Kepribadian fokus pada hal-hal yang detail, Kepribadian berorientasi pada hasil, Kepribadian berorientasi pada manusia, Kepribadian berorientasi pada tim kerja, Kepribadian berorientasi pada keagresifan, Kepribadian berorientasi pada stabilitas. Organisasi dapat memilih kepribadian yang berbeda untuk membentuk budaya organisasi yang berbeda, sesuai dengan jenis dan karakteristik organisasi tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka kami mencoba menganalisis budaya organisasi kelas pengantar manajemen yang kami ikuti berdasarkan 7 dimensi budaya organisasi. Setelah kami berdiskusi kami berpendapat bahwa kelas ini cenderung kepada dimensi berorientasi pada manusia. Alasan kami adalah karena kami memandang SDM adalah bagian paling penting dalam keseluruhan proses yang ada di organisasi. Dengan kata lain dosen sebagai Top Manajer di kelas sangat berpengaruh kepada budaya yang berkembang di kelas. Saat pertemuan pertama dosen memberikan beberapa tata tertib dan aturan yang berlaku di kelas yang disepakati oleh mahasiswa. Kesepakatan aturan ini tidak memaksa dan adanya fleksibilitas tergantung dari kesepakatan antara dosen dengan mahasiswa. Contoh soal keterlambatan dan sanksinya yang disepakati bersama. Tata tertib dan aturan yang telah disepakati pada pertemuan awal membuat suasana belajar mengajar menjadi seperti kekeluargaan yang membuat mahasiswa senang dan nyaman untuk belajar. Begitu juga dengan dosen yang akan merasa nyaman untuk memberikan materi kuliah karena mahasiswa sudah mengerti dengan apa yang dosen inginkan dalam proses belajar mengajar. Budaya organisasi tersebut tidak menghambat dosen mengajar melainkan mendukung proses dosen mengajar menjadi serius tapi santai. Mahasiswa tidak merasa tertekan saat belajar dan dapat menyerap ilmu yang diajarkan oleh dosen.

 

Management Class, Departement of Aquatic Product Technology, Faculty of Fishers and Marine Science,  Bogor Agricultural University

Lectures Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 1 The Art In Management

STEVEN- C34080091

Departement of Aquatic Product Technology, Faculty of Fishers and Marine Science,  Bogor Agricultural University

      The first meeting in Introduction to Management give me a new understanding as expressed by our lecturer, Prof. Dr.Ir Ujang Sumarwan. Management is an art, which means art need a special skills. The word of management is from management (English), a derivative of the word “to manage”, which means care or governance or grammatical. So that management can be defined how to organize, guide and lead all human resources so that efforts currently being made to achieve the goals previously set. In other words, the task of a manager in general is the POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling). Then where the art being a manager?

A manager needs skill and art in a variety of dimensions to be a good manager and successful. 

      Strength of the position is the first art. Managers in the TOP manager certainly has the power to it’s employees. If managers do not have the art of office there will be an authoritarian leadership that makes employees do not feel at home and eventually left the company. It would require other arts as a manager.
      The power of knowledge is the second art. A manager must understand and know in detail the products of his company. Credibility of managers can decrease it’s employees or it’s customers if they are not understand managerial aspects, aspects of production, financial, and marketing. For example, when consumers want to inquire in detail about the product and the manager was unable to answer consumer questions even ask employees to answer and serve the consumer. Then what is the importance became a manager?
       Strength of personality is the thrid art. Managers who are good personality will certainly make people feel comfortable employees or consumers. The power of empathy and high motivation will give the employees working in very relaxed and high performance atmosphere. The nature-friendly will make sure consumers work together and increase loyalty.
      Strength of relationship is the fourth of art. Networking is important in establishing communication with business partners. Lobbying business is usually done when we often have lunch with business partners or as casual conversation. A manager should be someone who is open and relaxed in order to have many business relationships.

      So that true, what my professors say that managers need THAT art. Sometimes not everyone can do because art requires special skills. The more complete the strength of a manager in various dimensions of the greater strength of leadership in the building itself.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayatinya, terutama kekayaan yang terkandung di wilayah perairan. Dengan kekayaan yang begitu melimpah, maka sangat banyak memberikan manfaat bagi manusia. Salah satu bentuk pemanfaatan sumberdaya perairan adalah vegetasi hutan mangrove yang di dalamnya terdapat koloni pohon buah pedada (Sonneratia caseolaris) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi, baik di pasaran regional maupun internasional

Potensi mangrove di Indonesia sangat besar karena memiliki beberapa jenis mangrove yang tumbuh subur. Terdapat 5 spesies pohon mangrove dari genus Sonneratia, yaitu : Sonneratia alba, S. caseolaris, S. ovata, S. apetala dan S. laceolata. Salah satu jenis mangrove yang dimanfaatkan buahnya yaitu jenis pedada (Sonneratia caseolaris) yang hidup dan tumbuh di hutan mangrove. Tanaman ini memiliki daun berbentuk elips dan ujungnya memanjang dengan tulang daun berbentuk menjari. Bunga memiliki kelopak bunga mengkilat dan hijau serta datar dengan  benang sari berwarna merah dan renggang. Buah ini memiliki morfologi yang sangat unik berbentuk bulat dengan diameter 6-8 cm.

Buah pedada termasuk ke dalam kelas Angiospermae, tumbuhan biji terbuka yang memiliki propagule atau bakal buah yang sangat unik. Memiliki kemampuan mengapung dan memiliki akar napas untuk membantu dalam proses respirasi serta reproduksinya polinasi yang dipengaruhi oleh serangga dan angin. Adaptasi yang tinggi terhadap salinitas yang tinggi maupun rendah dengan daun yang tebal, dan adaptasi dengan akar napas serta bereproduksi  dengan bakal buah yang disebut propagule.

Keunikan tumbuhan ini tak kalah penting dengan manfaatnya baik dari bunga, buah atau daunnya yang digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, seperti dodol, es juice dan syrup. Faktor pertumbuhan memiliki cara yang sangat unik serta kondisinya sangat didukung oleh lingkungannya.

Kadar lemak merupakan salah satu unsur yang penting dalam bahan pangan karena lemak berfungsi untuk memperbaiki bentuk dan struktur fisik bahan pangan, menambah nilai gizi dan kalori, serta memberikan cita rasa yang gurih pada bahan pangan. Selain itu lemak berperan sangat penting bagi gizi dan kesehatan tubuh, terutama karena merupakan sumber energi dan sumber vitamin A, D, E dan K. Kadar lemak berpengaruh terhadap perubahan mutu produk pangan selama penyimpanan. Kerusakan lemak yang utama diakibatkan oleh proses oksidasi sehingga timbul bau dan rasa tengik, yang disebut proses ketengikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kandungan lemak apel cukup kecil.